untuk cinta

kau gadis!
memandangmu adalah menyakitkan,
di mataku yang silau
kau, teramat indah!
memandangmu, mengiris dan menyayatkan luka
dihatiku.
mengiris - iris lapisan demi lapisan bagian hatiku
hingga miris terasakan, menyesakkan dada
semua dari kedambaanku, merasakan detailmu,
setiap detail keindahanmu, gadis!
kau, gadis!
adalah juga dirimu, obat penawarnya!
yang menyatukan kembali serpihan hatiku,
yang telah terserak dalam kerinduan padamu!
kembali menyatukannya, serpihan demi serpihan
dalam keutuhan "wadah cintamu",
kau! dan cintaNya!

ini untukmu!
Indahmu, Bungaku!
yang mekarmu telah sempurna
dirimu, yang berselimut cahaya pagi
kemilaumu! tampak menjadi auramu,
pada tatanan mahkotamu, nampak olehku
butiran - butiran kemilau mutiara
yang memantulkan mentari pagi
dari titikan - titikan embun suci
yang manja berayun padamu
dan menghiasimu!
ditaman hati, hadirmu semerbakan pagi
dengan misikmu yang bagai magik!
kau, harum!…
cemerlangkan duniaku,
karena, "pesonamu"hidup!
dan menggairahkan hidup

gadis
kucari dirimu!
hingga dipenghujung harapanku,
lelah tak mengapa, selama ku bisa!
karena yang kunantikan adalah dirimu!
berharap, pada "Sang Ada" agar menarikmu,
pada kecintaan kepadaNya!
hingga dia bersedia menggantikan,
resah dan gelisah dihati,
memberi tentram dan damai dihati,
sebagai mana! Dia telah menciptakanmu dan diriku
agar ketentram mengisi lubuk hati,
dan saling menentramkan
diantara dua hati yang terpisah



No Comment

Leave a Reply

You must be